Search Here

Senin, 07 September 2020

One Bite is Never Enough! Tater Tots, Bikin Nagih Ngemil ^_^

 Assalamu'alaikum, teman-teman... 😃

Kali ini saya mau bagi resep cemilan yang terbuat dari kentang. Selain dibikin french fries, potato wedges, atau perkedel, kentang juga bisa dikreasikan menjadi cemilan yang enak lho! Namanya tater tots, ada yang pernah denger namanya, atau ada yang pernah makan? Kalau saya jujur sih, baru tahu ada makanan yang namanya tater tots 😆

Menurut Wikipedia, tater tots adalah sejenis snack yang terbuat dari kentang parut, berbentuk silinder dan digoreng (deep fried). Di Amerika sono, snack ini sangat umum dijual di restoran cepat saji, di kantin-kantin sekolah, atau di supermarket berupa frozen food.
Di sini resepnya saya nyontek dari akun Cookpad-nya mbak Firda@home. Saya bikin setengah resep dari resepnya mbak Firda, dan cuma jadi 1 porsi aja. Rasanya gak pengen berhenti nyemilin ini karena bentuknya yang imut, sekali "hap" langsung amblas 😂
Saya bikin tater tots-nya ini klasik, gak sama persis dengan resep mbak Firda. Resep mbak Firda pake keju, daun parsley dan mentega cair, sedangkan punya saya nggak pakai mentega dan parsley (ya.. karena nggak punya. heheee..). Yuk, langsung aja ke resepnya:

 

Resep Tater Tots
Bahan-bahan:
150 gram kentang
2 sdm tepung terigu
1 siung bawang putih, haluskan
1/2 sdt merica bubuk
Garam secukupnya

Cara membuat:
1. Rebus atau kukus kentang selama kurang lebih 10 menit. Intinya, kentang sudah matang tapi masih agak mengkal. Jika kentang terlalu matang gak akan bisa diparut. Karena pada dasarnya tater tots ini berupa kentang yang diparut bukan dihaluskan seperti kita bikin perkedel.
2. Setelah kentang matang, kupas kulitnya lalu parut (saya menggunakan parutan keju).
3. Setelah itu, tekan-tekan/peras kentang yang sudah diparut untuk memastikan tidak ada kandungan air yang tertinggal.
4. Kemudian bumbui dengan bawang putih, merica bubuk, dan garam. Tambahkan tepung terigu, lalu aduk. Lakukan hingga semua bahan tercampur.
5. Ambil sebagian kentang (kira-kira seukuran setengah sendok makan), bentuk bulat lonjong/silinder. Tidak perlu dipulung karena kentangnya cukup lengket di tangan. Membentuknya cukup ditekan2 sedikit hingga berbentuk silinder. Lakukan langkah ini hingga kentang habis.
6. Siapkan penggorengan berisi minyak agak banyak. Nyalakan kompor, tunggu minyak hingga panas. Setelah itu goreng tater tots sampai berwarna kecoklatan. Setelah matang, angkat dan tiriskan. Sajikan selagi hangat.


Selamat mencoba ^_^

Terima kaih sudah mampir di blog saya 😃


Kamis, 27 Agustus 2020

Bikin Wedang Sereh Pandan a la Thailand Yuk!

 Assalamu'alaikum, semuanya...😃

Sawaddeeka...

Setelah sekian lama hiatus dari dunia penge-blog-an, akhirnya saya bisa upload juga, kali ini dengan tema yang baru. Mulai sekarang dan selanjutnya, blog ini akan saya isi dengan tulisan-tulisan mengenai resep-resep masakan (makanan atau minuman). Sebelumnya saya bukan pakar di bidang memasak ya.. Saya nulis resep karena murni ingin berbagi saja. Bisa dilihat postingan saya yang dulu, waktu memasak pertama kali, nggak ngiler-able babar blas *bikin ngakak sendiri.. 🤣

Yaah... namanya juga belajar, segala sesuatu butuh proses. Sekarang saya juga masih belajar biar bisa masak lebih baik lagi 😁

Udah ah, basa-basinya, sekarang kita ngomongin resep yang saya share berikut ini.


Lemongrass pandan tea dalam Bahasa Thailand disebut "nam takrai bai toey." Walaupun ada unsur kata "tea" namun bahannya nggak pakai teh. Kalau di Indonesia mungkin lebih cocok dibilang wedang karena minuman ini dinikmati dalam keadaan hangat ^^

Baiklah, kita capcus ke resepnya yuk, gampang banget bikinnya.

Resep Lemongrass Pandan Tea

Source: Pailin Chongchitnant (YouTube: Pailin's Kitchen)

Bahan-bahan:

2 batang sereh

1 lembar daun pandan

700 ml air

Madu secukupnya (optional)

Cara membuat:

1. Siapkan panci berisi air. Cuci bersih sereh dan daun pandan. Pukul-pukul sereh dengan punggung pisau, lalu potong-potong. Masukkan ke dalam panci yang sudah diisi air. Potong-potong juga daun pandannya, masukkan ke panci bersama sereh. Rebus hingga mendidih.

2. Setelah mendidih, matikan kompor. Diamkan wedang sereh pandan hingga uap panasnya hilang dan airnya berubah warna menjadi kuning kehijauan.

3. Setelah wedang sudah tidak panas (dalam keadaan hangat), tambahkan madu. (Penambahan madu ini tambahan saya sendiri ya, di resep aslinya nggak pakai).

 

Selamatt mencoba.. Terima kasih sudah mampir di blog saya ^_^

Jumat, 24 April 2015

Muter-Muter, Icip-Icip episode 3 (dalam dan sekitar kampus UNS)

Halloooww teman-teman semuaaaa... ^_^

Kali ini mau posting lagi tentang dunia kuliner yang udah saya jelajahi selama bulan-bulan terakhir. Postingan wisata kuliner kali ini akan berkutat di dalam dan sekitar kampus UNS. Saya emang sengaja hunting warung-warung makan di sekitar kampus soalnya gak lama lagi udah mau out..huuaaaaa.. sedih rasanyaaa T_T itung-itung ngobatin rasa penasaran saya. Banyak blogger-blogger yang ngasih rekomendasi beberapa tempat makan yang enak dan tentunya sangat terjangkau bagi mahasiswa, khususnya anak kos (ini sangat penting sodara-sodaraaaa!! haiiaahhh..). Nah, saya berkesempatan untuk icip-icip di beberapa tempat yang udah pernah disambangi blogger-blogger pendahulu saya (maksute opooo ikiii..??). Namanya review pasti ada sisi positif dan negatif lah ya. Akan tetapi yang namanya selera itu kembali lagi ke individu masing-masing. Belum tentu ketika saya bilang "ini enak" atau "itu nggak enak", "yang itu kurang garam", "yang ini kurang bumbu" atau bahkan "aku kurang uang saku bulanan" (eehh?? maap, yang terakhir abaikan). Oke deh, langsung aja cuuzzz...

1. Kantin 'Berkah' (Fakultas Ilmu Budaya UNS)
Kantin 'Berkah' merupakan salah satu kantin yang lumayan baru di area FIB (dulu namanya FSSR) UNS. Soalnya ada 1 kantin lagi yang jadi dedengkot di FIB yang dikenal murah (ada yang nyebut 'kansas (kantin sastra)' atau warung mbok Jum (kalo gak salah), soalnya saya belum pernah makan di situ..hahaha.. *tepok jidat*. Kalo 'kansas' letaknya ndlesep di belakang gedung sastra, kantin 'berkah' letaknya nempel di gedung sastra, lebih tepatnya di gedung 3. Menu yang ditawarkan lebih variatif di warung 'berkah'. Mulai dari penyetan, bakso, mie ayam, pecel, gudeg, bahkan ada steak (jangan bayangin steaknya kaya' di resto2 gitu ya, ini steaknya kelas mahasiswa, daging ayam digoreng crispy dengan balutan tepung gitu). Sebenarnya saya udah beberapa kali makan di situ, tapi yang saya abadikan fotonya cuma 1 menu, yaitu gado-gado. Untuk masalah rasa, menurut saya sih lumayan enak. Bumbunya nggak pelit, pake telur rebus utuh, ada irisan kentang, tahu goreng, ketimun, wortel, kacang panjang, dan krupuk (saya maunya sih krupuk udang *plaakk*). Saya cuma nggak sreg sama kubis/kolnya yang nggak imbang sebagai salah satu bahannya sih, kebanyakan menurut saya *ini pembeli bawel amat yaak*. Tapi gak pa-pa lah ya, overall not bad, namanya juga kantin mahasiswa..hehehee...

 gado-gado kantin 'Berkah' Rp. 8.000,-

2. Kantin Bu Win UNS
Nah, kalau kantin yang satu ini menurut pendapat saya pribadi adalah kantin yang paling endeus di lingkungan kampus UNS. Rasanya paling enak, menunya variatif, banyak pilihan, tiap hari ada menu spesialnya, dan harganya pun lumayan pula, emang lebih mahal daripada kantin-kantin yang lain. Namun, percayalah, untuk soal rasa nggak mengecewakan kok ^_~
Lokasi kantin 'Bu Win' ini berada di sebelah gedung LPPM UNS, arah ke gerbang depan. Tempatnya agak masuk, soalnya emang di pojokan. Saya aja baru ngeh-nya akhir-akhir ini ternyata ada kantin yang keren di dalam kampus. Kerennya gimana? Tempatnya itu tuuu, cozy bangeeet, beras di cafe (mulai lebay nih..hahaaa..), tapi percaya deh, tempatnya emang nyaman udah gitu sejuk banget. Untuk menunya ada yang sistem 'pok we' (njupok dewe, terjemahannya 'ambil sendiri'), ini khusus untuk menu-menu seperti masakan rumahan, misalnya: oseng sayur, perkedel, botok, gorengan, dsb. Sedangkan untuk menu-menu lainnya seperti: selat Solo, mie godog Jawa, nasi goreng, dll ya harus order biar dimasakin dulu..hahahaaa.. Dari segi rasa, masakannya oke, porsinya pun pas menurut saya, kadang ada juga yang terlalu besar sih. Ada satu yang kurang, di list menunya gak tertera harga makanan atau minumannya. Waktu itu saya pesan selat Solo, teh anget, gorengan 3, habis 16 ribu. Sedangkan temen saya, mbak Bee (always bareng mbak Bee) pesen mi toprak, es teh, gorengan 3, habis 13 ribu. Akan tetapi saya berani ngerekomdasi'in kantin ini buat para mahasiswa atau anda sekalian yang pas mampir ke UNS, patut dicoba menunya. hahahaaa...

bakmi toprak kantin 'Bu Win'

selat Solo kantin 'Bu Win'

tuuh.. cozy kaaaan ^_^

 3. Kantin 'Danau' UNS
Kantin 'Danau' ini juga termasuk baru di dunia perkantinan UNS (haa?? apa-apa'an?). Letaknya nyempil banget (entah ya, kantin-kantin UNS ini kok kebanyakan lokasinya nyempil gitu), satu area sama gedung Sekretariat SPMB (lama), pos Menwa, sama gedung BAA. Saya sama mbak Bee aja carinya sampai bingung, bener-bener dah nyempil dan mojoooook bangeeet. pokoknya paliiiiiing pojooook, paliiiing ujuuuung. Kenapa namanya kantin 'Danau'? Karena kantin ini tepat di sebelah danau UNS, di seberangnya kita bisa lihat hotspot area yang emang posisinya di dekat danau. Kita juga bisa lihat Fakultas Pertanian dari kantin ini. Menu yang ditawarkan secara garis besar adalah masakan Bali. Waktu pertama kali kesitu, saya sama mbak Bee mau pesan nasi rames (nasi campur), mbak yang jaga kantin bilang kalau di situ nasi campurnya ala Bali. Ya udah deh, udah terlanjur kesitu dan pengen nyobain juga, akhirnya kami berdua pesan nasi campur ala Bali. Nah, setelah pesanan kami dihidangkan, yang saya lihat adalah 'isinya'. Apa aja sih 'isi' nasi campur ala Bali ini? Jadi di dalamnya ada nasi (ya iyaaa laah..keuleeuusss..), urap khas Bali (namanya kalo gak salah jukut urap ya?), ayam suwir, lawar kacang panjang, sambal matah, dan sate lilit. Terus ada telur rebusnya separo yang di atasnya dikasih sambel. Untuk harganya saya agak lupa. Kalau nggak salah sih, untuk seporsi nasi campur khas Bali, segelas es teh, gorengan 2, saya habis Rp. 9.500,-
Kalau dari segi rasa, jujur nih menurut saya mungkin a 'lil bit overpowering bumbunya, berasa makan kunyit >_< (maap bukan bermaksud menjelek-jelekkan, cuma ini personal taste saya aja), terutama yang sate lilitnya, kerasaaa bangeeet. Jadi rasa ikannya tertutupi sama kunyitnya. Tapi untuk yang mau nyobain menu khas Bali tanpa jauh-jauh ke Bali dan murah meriah, silakan aja singgah. Ada menu khas Bali lainnya kok, misalnya ayam betutu. Tapi saya belum ngerasain sih ayam betutunya.

sebelahnya ada danaunya ^_^

nasi campur khas Bali ala kantin 'Danau'

4. Arje's Kitchen
Tempat makan yang satu ini cocok banget buat nongkrong. Dengan tagline-nya "eat with style" kita nggak hanya disuguhi makanan yang lazis tapi juga tempat nongkrong/kongkow atau apalah namanya, pokoknya enaaak banget kalau buat rame-rame. Bisa mampir cuma makan doang, mau ngerjain tugas bisa banget soalnya di sini juga ada free hotspot-nya. Aseeeekkk..aseeekk.. Berlokasi di belakang kampus UNS tepatnya di Jl. Antariksa 2, Jebres (tepatnya di sebelah RSJ Kentingan), cafe ini recommended banget laaah. Pengen makan menu Italia? Jepang? Cina? Indonesia? Adaaa semuaaa. Tentunya dengan harga yang miring sodaraa-sodaraaaa.. hwahahaaa... Untuk rasanya menurut saya not bad untuk lidah saya. So far, cocok karena saya termasuk rewel kalau soal makanan. *piiissss...*
Saya kesitu juga karena rasa penasaran yang menggebu-gebu (alaahhh..opooo...), soalnya ada temen saya bilang kalau cafe itu masakannya lumayan enak untuk menu-menu western-nya dan harganya nggak begitu nguras dompet. Akhirnya saya pun menuju ke Arje's dengan teman saya (kali ini bukan mbak Bee), sebut saja Dinar. Waktu itu saya pesan chicken katsu sama teh tarik, sedangkan Dinar pesan spaghetti bolognese sama es teh. Tapi maap, untuk harganya saya lupa dan saya juga nggak foto'in daftar menunya *tepok jidat* Untuk rasa yaa, emang lumayan enak, kalau untuk porsinya buat saya terlalu banyak nasinya (chicken katsu-nya disajikan sama nasi dan salad). Sedangkan untuk dekorasi tempatnya bisa dibilang unik karena konon kabarnya yang punya cafe ini emang arsitek, jadi dekorasinya emang keren.

chicken katsu

spaghetti bolognese

es teh dan es teh tarik (itu es tehnya ada 2, yang 1 punya pacarnya Dinar..hahahaa..)

Arje's Kitchen

5. Dapur Mang Oman
Berlokasi di samping kampus UNS, tepatnya di Jl. K.H Maskhur 60B, tempat makan yang satu ini mengedepankan aneka penyetan sebagai menu andalannya. Kalau saya perhatikan, selain Dapur Mang Oman, tempat makan ini juga jadi satu dengan warung makan Mie Ayam Kriuk 'Mentari' dan selat Solo 'Orange'. Jadi ketika pembeli datang, pembeli bebas mau duduk dimana aja, nanti daftar menunya tinggal pilih, udah tertulis menu-menu ala Dapur Mang Oman, Mie Ayam Kriuk 'Mentari' dan selat Solo 'Orange'. Waktu saya kesitu bareng keluarga saya. Pas itu mau cari tempat makan bingung, soalnya hari Minggu, dan hampir dipastikan kalau hari Minggu seluruh tempat makan di sekitar kampus pasti rame. Akhirnya setelah berkeliling kami pun berhenti di depan Dapur Mang Oman ini. Kebetulan saya juga belum pernah icip-icip menu di sini. Konsepnya lesehan, walaupun terbilang tempat makannya kecil tapi bersih kalau menurut saya. Saya pesen mie ayam bakso kriuk waktu di sana. Penyajiannya kaya' mie yamin, jadi antara mie dan kuahnya dipisah. Awalnya pas belum dikasih kuah kelihatan dikit, tapi pas udah disiram kuah..waaoowww jadi banyaaak.. hahahaaa... Saya aja sampe kenyang banget ^o^ untuk rasanya sih enak, tapi nggak seenak Mie Gajah Mas..heheheee...

Daftar menu Dapur Mang Oman

mie ayam bakso kriuk sebelum dikasih kuah
mie ayam bakso kriuk setelah dikasih kuah







6. Popipop UNS
Popipop UNS berlokasi di belakang UNS, di Jl. Mipitan (arah kuburan cina), kira-kira 15 meter dari lampu merah belakang UNS. Kalau tempat makan yang satu ini pas banget buat yang doyan makan mie. Soalnya di Popipop ini mienya beda. Bedanya apa? Di sini 'mie-nya' bukan mie biasa tapi pake pasta. Jadi olahannya pake bumbu oriental tapi pake bahan western. Perpaduan yang  menarik ^_^ heheheee... Pas kesitu dulu sih sebenernya 'nyasar', maksudnya awalnya gak ada niat makan disitu. Tapi karena tempat makan yang mau kami tuju ternyata tutup jadi atas rekomendasi salah seorang dari kami, akhirnya kami pun ke Popipop. Waktu itu kami ber-empat, saya, mbak Bee, si Yo, dan si 'Morgan' (mukanya sekilas mirip Morgan mantan personil Smash, walaupun lama-lama nggak mirip juga soalnya lebih item..*piisss*). Untuk tempatnya sih walaupun mungil tapi unik dan lumayan cozy. Ada lampion di bagian depan. Terus ada hiasan tanaman dalam pot yang berjejer rapi. Dekorasinya pun menarik. Soal rasa makanannnya, untuk punya saya yang waktu itu pesan 'hot chilli', overall sih emang 'oriental' banget tapi cenderung asin, mungkin pengaruh kecap asin atau saus tiram kali ya. Soalnya kan biasanya kalau masakan chinese gitu resepnya kebanyakan pake kecap asin atau saus tiram. Tapi jangan khawatir, walaupun masakannya bergaya oriental, Popipop mengklaim makanannya halal kok. So, don't worry ^_~ Di menunya ada mochi ice cream juga, pengen pesen tapi gak jadi soalnya takut kekenyangan. Porsi makanan Popipop ini kalau menurut saya sebagai cewek termasuk banyak sih (padahal waktu itu saya pesan porsi regular).

daftar menu Popipop (maap rada blur x_x)


dari kiri bawah searah jarum jam (hot chilli, tomlery, tom yum plus nasi, dark shrimp soup plus nasi)

dekorasi Popipop UNS

7. SBC Special Cah Kangkung
SBC Special Cah Kangkung bertempat di Jl. Ki Hajar Dewantara No.64, dari arah lampu merah UNS lurus ke timur, di kiri jalan. Warung makan ini juga termasuk pendatang baru di dunia 'perwarungan' (apa lagi seehh..). Pas tahu ada tempat makan baru, langsung deh pengen icip-icip. Kali ini aku kesana bareng sama Dinar lagi. Waktu mau cari makan aku langsung usul nyobain ke sini, dan kami pun meluncur..wuuuzzz..wuuzzz.. (kaya 'iklan mobil jaman dulu). Menunya seperti yang ada di papan nama warung makannya 'special cah kangkung', jadi menu andalannya emang cah kangkung. Cah kangkungnya sendiri disertakan bareng menu makanan paketan. Misalnya paket 1 (ayam, nasi, sambel, cah kangkung). Bisa juga sih cah kangkungnya dipesan terpisah kalau nggak pengen pesen menu paketan. Waktu itu saya pesan PAS 2 (paket nasi, cumi goreng tepung, sambel, cah kangkung) sedangkan Dinar pesen ayam goreng asem manis (kalau yang ini nggak ada cah kangkungnya soalnya bukan menu paketan). Makanan yang saya pesan, untuk rasa cah kangkungnya sih oke, ala masakan rumahan gitu, jadi pas makan ini homey banget..heheee.. Tapi untuk cumi goreng tepungnya agak mengecewakan (sekali lagi bukan bermaksud menjelek-jelekkan), soalnya porsinya dikit, udah gitu overcooked jadi alot gitu, keras.. haadeehh.. x_x
Tapi untuk tempatnya, saya bilang nice lah, etnik-etnik gitu..heheee.. Parkiran juga lumayan luas.

menu Pas 2 yang saya pesen (tu kan cuminya dikit -__-)

ayam goreng asam manis pesenan Dinar


daftar menu SBC Special Cah Kangkung

Oke deeh.. Sekian dulu ulasan muter-muter, icip-icip episode kali ini. Kapan-kapan kalau wiskul lagi bakal saya posting lagi. Thank you for visiting my blog..

Ciiaaoo.. Dadaaah Bubyeee.. ^_^











Jumat, 10 April 2015

Ceritanya Promo.. heheheee..

Assalamu'alaikum, temans..
Mau promosi'in agensi penerjemahan punya temen saya nih..heheee.. Bagi temen2 yang berminat atau lagi butuh jasa penerjemah, silakan menghubungi Translazer. Ditunggu kerjasamanya. Terima kasih ^_^
Wassalamu'alaikum...

ini penampakan brosurnya ^_^

Senin, 23 Maret 2015

Muter-Muter, Icip-Icip episode 2

Assalamu'alaikum, minna-sama.... ^_^
Fiiuuuhhh... it's good to be back. Setelah sekian lama blog ini terbengkalai gegara ngejar deadline ujian tesis (biar gak bayar SPP lagi), akhirnya saya kembali lagi... haagghh..haagghh.. aayeee..ayeeee ^o^

Untuk pertama kali setelah vakum, saya akan mem-posting beberapa kegiatan kuliner saya, baik sebelum masa ujian tesis maupun setelah ujian. Sebenernya tempat-tempat makan yang akan saya posting ini udah banyak direview blogger-blogger lain, tapi nggak ada salahnya saya posting. Kalo boleh saya bilang sih, kebanyakan recommended buat kantong anak kos seperti saya, atau buat sekedar nongkrong2 ngobrolin tugas kuliah (alaaahhh...gaya amaaaaat :p). Walaupun ada satu-dua tempat yang gak bisa dibilang 'ramah' buat kantong anak kos, tapi lumayan lah untuk ngobatin penasaran buat nyicip menu-menunya..heheeee..
 Okeee daaahh... langsung cekidot aja yaaakk...

1. Mie Gajah Mas
Siapa orang Solo atau para perantau yang tinggal di Solo, yang gak kenal warung ini? Yaah, at least pernah denger namanya, atau pernah lewat depan warungnya lah ya. Soalnya lokasi warung mie ini sangat strategis, yaitu terletak di seberang Pasar Gedhe. Tepatnya berlokasi di Jl. Suryo Pranoto No. 1, Solo. Awalnya temen saya cerita tentang warung mie ini, sebelumnya saya belum pernah makan di situ tuh. Kata temen saya porsi mie-nya gede dan laris banget. Setelah sekian lama penasaran, akhirnya waktu yang ditunggu untuk menjajal menu mie di Gajah Mas pun tiba (kaya'nya ada yang aneh dengan kata-kata saya..hahaaaa..). Ceritanya waktu saya sama temen kuliah, sebut aja Mbak Bee, lagi cari2 snack di Pasar Gedhe. Udah masuk siang, kami pengen cari makan (belum sarapan pula, alhasil di dalam perut berasa ada grup marching band lagi beraksi). Tanpa pikir panjang saya ngajak mbak Bee ke Warung Mie Gajah Mas, tinggal nyeberang aja tuh dari Pasar Gedhe. Nyampe di warungnya, ternyata lumayan rame. Warungnya sih kecil, tempat duduknya ada yang di dalam, ada yang di luar warung. Tapi beneran dah, laris banget.


Nah, itu pesenan kami berdua: es gulas (gula asam), mie ayam jamur (punya saya), dan bakso pangsit kuah (punya Mbak Bee). Melihat porsinya, emang gede bahkan kalo untuk saya pribadi gede banget (tapi habis juga, soalnya belum sarapan..hehheee..). Saya suka penyajiannya, untuk mie ayam, kuah disajikan terpisah. Terus, untuk alat makannya seperti sendok, garpu, dan sumpit diseal rapi di dalam plastik sehingga higienis. Mie ayam jamurnya enak pake banget, mie-nya kecil-kecil dan kenyal. Cincangan ayam dan jamurnya berasa banget bumbunya walaupun cenderung sedikit manis. Kuahnya bening, gak berminyak dan gurih.

Bakso Pangsit Kuah per porsi 18.500

Mie Ayam Jamur per porsi 17.500


2. Waroeng SS (Selera Sambal)
Warung yang satu ini pastinya juga udah akrab di telinga anak kos-kosan. Warung aneka sambal yang cabangnya hampir ada di seluruh Jawa ini mengedepankan macem-macem sambal sebagai menu utamanya. Kalo yang di deket kampus UNS ada 2 cabang, dua-duanya terletak di Jl. Ir. Sutami, yang 1 di depan TBS, yang 1 lagi baru buka, di samping pom bensin Sekarpace. Warung ini harganya sangat terjangkau untuk kantong pelajar, nggak heran kalo warung ini selalu padet oleh pengunjung. Gak cuma pelajar atau mahasiswa, pekerja kantoran pun sering makan di sini. Kalo saran saya sih, jangan makan di sini pas istirahat makan siang, dijamin berjubel dan harus antri tempat duduk. Gak enak juga kan kalo mau makan tapi harus nunggu giliran sampai ada meja kosong..heheheeee...

Telur gobal gabul, sambel tahu, trancam, jamur crispy, tempe goreng, sambel bawang, dan sayur asem

Itu menu yang saya pesen dengan temen saya, untuk harganya saya gak bisa jabarin satu2 soalnya waktu itu dapet gratisan, dibayarin..haaahaiihahaiiii.. wekeekekekkkk.. Yang jelas makan segitu berdua cukup merogoh kocek 30ribuan lah. Lumayan murah kan yaa.. :D

3. Timlo Sastro
Nah, ini dia warung timlo yang bikin saya penasaran pengen nyicip timlo-nya. Liat-liat di beberapa blog banyak yang ngulas tentang warung timlo satu ini. Udah banyak rekomendasi dari para food blogger untuk nyobain timlo di sini. Konon, warung yang terletak di belakang Pasar Gedhe ini adalah pelopor warung timlo di Solo. Ternyata warung ini udah sempat masuk di beberapa stasiun tv juga, salah satunya TransTv. Kalo dari luar, warung ini kelihatan biasa aja. Begitu masuk kita disuguhi dengan para 'pengamen' khusus di warung tersebut. 'Pengamen' ini emang berada di warung tersebut untuk menghibur pengunjung. Kebanyakan lagunya keroncong, tapi yang dinyanyi'in lagu-lagu terkenal jaman sekarang. Bayangin aja, lagu 'Alamat Palsu' dikeroncongin, menurut saya sih kereeeeeen... heheheheeee... Kalo masalah harga, menurut saya pribadi sebagai anak kos, cukup ngorek dompet tapi emang sesuai dengan porsi yang disuguhkan, porsinya gede bangeeeet, semangkok besaaaaaar. Cuma yang bikin 'nyesek' itu harga nasi putihnya yang dibanderol terpisah. Udah gitu harganya gak nanggung-nanggung, sepiring nasi putih harganya 5ribu!! Aaaaakkk!!!! *tear* Buat saya, seporsi nasi putih yang harganya segitu ya mehong bangeeeet. Warung samping kos saya aja nasi putih plus sayur cuman 3ribu...hiikss..hiikss..

Telor sosis kuah per porsi 14.000

Macam-macam pilihan menu timlo

4. Walabo
Walabo ini adalah warung di depan kampus 2 UMS, dulunya lebih dikenal dengan Warung Es Masuk. Waktu saya masih kuliah di UMS, warung ini boleh dibilang unik, soalnya lesehannya ada yang di atas kolam ikan lele..hahahaaa... trus atap warungnya dari anyaman daun tebu, sekat pemisahnya dari anyaman bambu, begitu pula lesehannya, terbuat dari rangkaian bambu yang ditutup pake karpet. Nah, beberapa waktu lalu saya berkesempatan 'napak tilas' ke UMS (bareng Mbak Bee lagi). Pas mau cari tempat makan, saya mengajak mbak Bee makan di sini, tapi ternyata warung ini udah beda, di bagian depan separo warungnya jadi mini market. Konsepnya sih tetep lesehan tapi gak tau masih seunik dulu atau nggak soalnya saya ambil tempat di bagian depan. Ada lagi tempat di bagian belakang tapi gak tau lesehannya masih di atas kolam atau nggak. Menunya juga udah ada yang berubah, menurut saya sih malah lebih komplit dulu. Waktu itu saya sama Mbak Bee pesen nasi goreng. Minumannya capucciono float dan es capuccino. Untuk harganya saya gak tau soalnya dibayarin mbak Bee...gyahahahaaaaaa... *rotfl* yaah, range-nya makan berdua 20ribuan lah.

Capuccino float dan es capuccino

Nasi goreng bakso cumi (pesenan saya)

Nasi goreng komplit (pesenan mbak Bee)

5. AM.PM
Tempat makan yang satu ini sebenernya saya udah tau lama, tapi belom pernah makan di situ. Suatu hari adik-adik angkatan pada 'nyulik' saya untuk diajak ngobrol bareng masalah tesis (begayo nian la...hahahaaa..). Terus kami cari tempat nongkrong yang enak buat ngobrol sekaligus makan. Nah, saya diajakin ke sini nih. Lokasinya di Jl. Slamet Riyadi, depan dealer Suzuki (atau Yamaha yaa..?? hahahaa.. agak lupa..). Kalo menurut saya pribadi, untuk harga-harga yang ditawarkan, kita lumayan ngerogoh dompet agak 'dalem' (untuk ukuran anak kos macam saya..hahahaa...). Tapi it's ok lah buat nongkrong, tempatnya lumayan cozy. Nyampe di situ pas jam makan siang, tapi suasananya lumayan sepi (bukan lumayan lagi, emang sepi :p), pengunjungnya baru kami berempat doang. Tapi sayang untuk menu yang dipesen tiap orang gak difoto, cuma punya saya doang dan minumannya aja. Saya pesen kwetiau goreng sama jus wortel. Kalo dari rasanya, jujur untuk saya pribadi terlalu asin dan jusnya pun standar aja. Malah lebih enak jus belakang kampus UNS. Pokoknya saya habisnya itu 35ribu untuk 2 menu itu...

AM.PM's beverages (saya lupa minumannya itu apa aja namanya)

Kwetiau Goreng AM.PM

Oke dah, sekian dulu ulasan tentang icip-icipnya, kapan-kapan kalo ada tempat-tempat kuliner lain, akan saya posting lagi.. Thanks for visiting my blog ^_^

Wassalamu'alaikum...






Jumat, 02 Januari 2015

Book Review: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin oleh Tere Liye

Assalamu'alaikum minna-san!! ^_^
Kali ini saya mau coba-coba mereview buku yang barusan saya beli (udah lumayan lama sih sebenernya tapi baru ada niat nge-review sekarang..hahahaa..). Ini adalah novel yang pertama kali sekaligus novel lokal yang saya review. Sebenernya sih nggak begitu tahu juga siapa Tere Liye itu. Tapi penasaran juga sih, soalnya teman-teman yang udah baca novelnya, rata-rata pada bilang bagus. Touching banget, pokoknya nge-feel banget daaah.. Dan hal itu saya buktikan ketika membeli novelnya, judulnya Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Waktu itu saya sih awalnya nggak niat beli novel Tere Liye itu tapi entah kenapa ketika baca judulnya (yang menurut saya lumayan panjang), saya malah jadi tertarik. Waktu itu saya baca sinopsisnya dulu yang di bagian cover belakang. Setelah menimbang-nimbang lalu memutuskan, saya beli itu novel bersama dengan novel terbitan Noura Books yang judulnya Soulmatch karya Alfian Daniear. Naah, sebenarnya novel Soulmatch ini yang emang bener-bener pengen saya beli. Soalnya di dalamnya ada formulir lomba nulis novel teenlit. Yaa.. itung-itung buat nambah koleksi bacaan saya..heheee.. ^_^v

Saya yakin sih, udah banyak yang mereview buku ini. Para blogger yang notabene 'kutu buku' ataupun penggemar Tere Liye pasti nggak ketinggalan baca buku ini. Dan saya juga yakin review mereka juga bagus-bagus :-) waduuhh.. saya jadi nggak pede..haagghh..haagghh... namun dengan semangat membara dan berkobar-kobar laksana para pejuang kemerdekaan (haiiyaaahhh...), saya tetap melanjutkan niat saya untuk mereview novel Tere Liye ini. Soalnya dari pendapat saya pribadi, novel ini bagus (walaupun saya baru pertama kali baca karya Tere Liye). Kalo untuk novelnya yang diangkat ke layar lebar (Hafalan Sholat Delisa), saya malah belum pernah baca. heheheee...
cover depan novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
cover belakang

menilik dari cover-nya, menurut saya cukup simple, namun saya menjadi yakin dengan pepatah "Don't Judge the Book by Its Cover". It's true, voilaaa... setelah saya membaca novelnya, ternyata cerita di dalamnya tidak se-simple covernya :) dan saya sukaaaaaa ^o^. Ceritanya nggak 'umum' seperti cerita-cerita percintaan pada umumnya. Walaupun alur yang disajikan bisa dibilang cukup memusingkan (dari maju-mundur-maju-mundur lagi), tapi saya sebagai pembaca cukup terbantu dengan adanya keterangan waktu di awal tiap pergantian scene. Penokohan setiap karakternya juga unik, dari seorang Tania yang awalnya seorang remaja berusia belasan tahun, yang masih begitu polos, lalu seiring berjalannya waktu menjadi sosok yang independent. Juga digambarkan tokoh Danar, seorang pria dewasa yang begitu 'baik' bak malaikat bagi keluarga Tania (namun di akhir-akhir cerita, pengen rasanya saya sambit pake ember :p). Ada juga tokoh Dede, adik Tania yang lucu tapi nyebelin (kalo Dede ini mah karakternya 'gue banget'..hahahaaaa..).

Nah, untuk ceritanya sendiri, secara umumnya sih, Tania dan Dede ini adalah 2 anak yang kerjaan sehari-harinya menjadi pengamen. Karena ayahnya meninggal, mereka jadi putus sekolah dan ibunya nggak mampu membiayai sekolah mereka. Rumah mereka hanya sebuah rumah berdinding kardus yang di samping (atau di depan ya? pokoknya di deket rumah kardus itu) ada pohon lindennya. Suatu hari Tania dan Dede bertemu dengan seseorang, namanya Danar, tapi di setiap penuturan dari sudut pandang Tania, dia hanya disebut dengan 'seseorang' atau 'dia'. Danar ini datang bak malaikat bagi keluarga kecil Tania. Tania dan Dede dibiayai sekolahnya, ibunya pun diberikan modal usaha untuk jualan kue. Namun, diceritakan ibunya meninggal karena sakit. Singkat cerita, Tania menjadi murid teladan dan mendapatkan beasiswa ke Singapura. Tania berusaha mati-matian menuruti segala perintah dan keinginan Danar karena Tania diam-diam jatuh cinta pada Danar. Iyee.. anak umur belasan tahun jatuh cinta sama mas-mas yang umurnya 20-an tahun :D Namun segala upaya tampaknya nggak bisa membuat Danar mencintainya (boro2, respon aja nggak..). Akan tetapi (langsung aja yee.. untuk lebih jelasnya silakan baca novelnya..hehee.. pereview macam apa ini?? wakakakakkk..), pada akhirnya setelah waktu berlalu Danar ternyata juga menyimpan rasa untuk Tania. Hanya saja yang bikin geregetan (yg sampe bikin saya pengen nyambit pake ember), Danar ini nggak pernah jujur, nggak pernah mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Dia malah menikah dengan wanita lain. Dan semuanya terkuak setelah pernikahan itu sudah terjadi. Pokoknya saya geregetan banget daaaah... Intinya bener2 ini cerita bikin emosi diaduk-aduk (entah karena ceritanya emang mirip dengan kisah hidup saya atau emang pintarnya Tere Liye memainkan kata2..). Saya pas baca sampe nangis2 bombay..lebay? biariiin...hwahahhaaa.. Dan saya baca kedua kali, saya mewek2 lagi.. nggak tau apa saya yang terlalu exaggerating atau ada kelainan *eeh..*
Pokoknya kalo saya boleh bilang, ini novel recommended dah. Tapi mungkin kurang cocok kalo pas lagi galau baca novel ini. Yang ada ntar tambah gundah gulana.. seperti saya.. buktinya saya baca sampai dua kali masih 'mbrebes mili' air mata saya.. *sudahlah..abaikan saja..*
Selamat membaca!!! ;)

Wassalamu'alaikum, minna-san...:)

Selasa, 01 Juli 2014

Nengok Dapur

haloooo sobat semuaaa.... ^_^
Alhamdulillah plong rasanya awal bulan Juni udah seminar proposal, setidaknya udah separo jalan progress-nya..heheheeee... Nah, habis proposal tesis, saya pulang kampung dulu, sekedar melepas penat setelah bulan-bulan sebelumnya berjibaku dengan lepi, novel, data. pokoknya annoying, ngetik-ngedit, hapus-tambahin-kurangin-tambahin lagi-hapus lagi.. fyuuuhhh... -___-"
Saat-saat di rumah, untuk melepas penat, saya mengeksplorasi (haiiyyaahh) kemampuan saya di dunia perdapuran (opooo ikiii...). Lumayan bikin sesuatu yang baru, eksperimen, coba ini itu, it's fun ^o^
Berikut ini saya akan sharing beberapa hasil kreasi eksperimen saya, jangan tanya resepnya dulu ya, soalnya ini masaknya gak pake takaran, yaa pokoknya dikira-kira aja bumbunya untuk 1 porsi. Kebanyakan saya emang bikin untuk saya makan sendiri soalnya ini kan tahap coba-coba, kalo gak enak biarlah saya yang menanggungnya.. lhooh??!

1. Bread Omelette
Kadang kalo sarapan, males makan nasi, alternatif karbohidrat lain seperti roti bisa menjadi pilihan. Kali ini pengen nyoba gaya orang bule. Lihat blog Just Try and Taste langsung pengen praktekin resepnya, walaupun hasilnya "nggak banget" dan nggak mirip tapi lumayan lah buat ngganjel perut. heheheee... :p
Kira-kira seperti itulah hasilnya.. :D bahannya pun simpel. Tinggal roti dipanggang bareng telur dadar di atas pan, udah deh...

2. Mi Siram Sayuran
Kalo yang ini juga simpel. Sebenarnya cuma mi instan kuah dicampur aneka sayuran. Biasanya kalo masak mi instant, buat saya pribadi, saya nggak terlalu suka bumbu instant-nya, jadi kadang saya bumbui sendiri. sederhana aja, bawang putuh, bawang merah, garam, gula, merica. Kalo yang suka pedes bisa ditambahin irisan cabe rawit. Dan untuk resep saya yang ini kaya'nya kurang kuah... :p
Tuh kan, kelihatan banget kurang kuahnya...

3. Getuk Sukun
Bikin resep ini awalnya nggak ada rencana, begitu di dapur ada sukun rebus entah kenapa tiba-tiba punya ide bikin getuk sukun. Yaa...daripada sukunnya dimakan gitu aja, saya modifikasi biar lebih appetizing..alaah gayane.. :p
Kalo dilihat-lihat mirip lambang "love" yaak? Bukannya nggak disengaja, justru saya sengaja bikin bentuknya gitu. Iseng aja sih..hahahaaa...

4. Homemade Shrimp Balls
Bakso udang bikin sendiri? Kenapa nggak? Selain lebih enak karena kita bisa pake bumbu sesuai dengan yang kita inginkan, juga sehat karena tanpa pengawet. Cuma daging udangnya di masakan saya ini masih kelihatan banget teksturnya, masih kasar karena ngalusinnya cuma dicincang aja. Mungkin kalo pake blender atau grinder bisa lebih halus ^_^






5. Telur Kukus
Bosen sama telur yang didadar maupun diceplok, cobain deh dikukus. Selain sehat, kita juga bisa nambahin bahan2 yang kita inginkan. Sekali2 ada lauk tanpa digoreng. Pengennya sih bikin kaya' cawan musi (tulisannya bener gak ya?) ala Jepang sono. Tapi mungkin cawan musi bumbu-bumbunya lebih banyak dan isinya pun macem-macem. Kalo "cawan musi" Jawa ala saya ini cukup saya kasih campuran sayuran. Itu aja udah enak bagi saya.. ^^v
Wadahnya aja "Jawa" banget, pake daun pisang atau biasa disebut "takir". Aroma daun pisang juga menambah sedap masakan lho... ;-)





6. Sambal Jeruk
Orang Indonesia memang terkenal dengan sambalnya. Di setiap daerah, pasti mempunyai sambal khas masing-masing. Salah satu sambal kesukaan saya adalah sambal jeruk, di samping sambal matah atau sambal terong yang pernah saya posting sebelumnya di sini. Yang saya suka dari sambal jeruk tentu saja adalah aroma jeruknya yang menggugah selera. Dimakan pake nasi hangat sama tahu atau tempe goreng doang udah mantap abiissss...





7. Rolade Tahu Daun Singkong
Lagi ada tahu putih banyak, langsung ada ide buat bikin rolade tahu dan daun singkong. Mumpung di kebun belakang juga banyak daun singkong, klop dah dibikin cemilan ^^d





8. Tongseng Ayam
Pas masa orang "mantu" baik nikahan, selamatan, sunatan, biasanya menu "berkat" yang dibawa pulang dari hajatan pasti ada yang nggak ketinggalan, yaitu ayam, entah digoreng, dibakar, dibacem, dibumbu pedas, dan lain-lain. Ada sih yang pake selain ayam, misal daging atau ikan bandeng tapi yang mendominasi biasanya ayam. Nah, karena dapet "ayam" lebih-lebih, harus diolah lagi dengan cara lain biar nggak bosen, soalnya kebanyakan ayamnya digoreng. Tinggal disuir-suir terus dibumbui, jadilah tongseng. Biasanya kan adanya tongseng kambing, gak ada salahnya diganti daging ayam, buat yang nggak suka daging kambing, boleh dicoba ;-)





9. Agar-Agar Santan
Dessert yang paling simpel bahan dan cara bikinnya, kalo menurut saya ya agar-agar atau puding. Saya suka banget bikin dessert yang satu ini, gampang sih..heehheee... Kali ini agar-agarnya dikasih campuran santan jadi rasanya agak sedikit gurih.





10. Wedang Secang
Kalo yang ini resepnya dari ibu saya. Wedang secang adalah salah satu menu khas dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan kabarnya minuman ini juga salah satu minuman favorit keluarga keraton Yogya. Rasanya seger, ada pedes dari jahe, terus anget di badan. Cocok kalo pas musim hujan minum kaya' gini...
Sebenarnya wedang secang berwarna merah karena warna merah alami yang dihasilkan dari secang. Tapi itu gambarnya karena pencahayaan kurang bagus, malah jadi agak mirip teh.. -___-

 Oke deh, sekian dulu postingan dari saya tentang "perdapuran".. Kapan-kapan kalau saya eksperimen bakal saya posting lagi. Pastinya dengan menu yang berbeda ^_^
Saya undur diri dulu... Sampai jumpa sobaaat... Terima kasih sudah mampir di blog saya ^o^